Senin, 03 November 2025
Kedua
Jumat, 30 Mei 2025
Kue Lebaran
Kau tau berapa lama waktu menunggu hari itu tiba?
Aku yg sejak kecil menyukai aneka kue lebaran, biskuit, bolu etc
Baru berhasil mewujudkan impian membeli oven, mixer, loyang dll 2 bulan lalu.
Hampir 20 tahun...
Bisa dibilang karna aku sudah siap untuk itu.
Siap dari segi biaya, waktu dan benar-benar memastikan diri "aku memang menyukai kue dan mau belajar baking".
Dan 2 bulan lalu, aku memulainya.
Bukan untuk bisnis, tapi karna aku ingin melakukannya.
Karenanya saat lebaran jadi momen perdana.
- brownis coklat
- muffin coklat
- kue coklat lebaran
- kue kastangel
- bolu
Beberapa kue sudah di coba dan yg cukup berhasil baru kastangel dan bolu walaupun terlalu manis.
Am i happy? Of course...
Foto" hasil masakan ku pamerkan ke kerabat.
Dan mereka tahu aku bahagia untuk itu.
Tapi ini bukan soal kue lebaran saja.
Soal menunggu, aku punya kisah yg lain.
Kau tau berapa lama aku menunggu sampai akhirnya bisa kuliah di kampus impian?
5 tahun setelah lulus SMA.
Menurut-NYA itu waktu terbaik.
Bisa jadi karna saat itu aku sudah siap.
Tidak lagi membebani orang tua.
Karenanya untuk beberapa hal yg belum bermuara,
Mungkin saat ini waktunya belum tepat,
Mungkin juga karna kamu belum siap,
Tapi percayalah hari itu pasti ďatang,
Di waktu yg tepat dan terbaik.
Coba ingat-ingat lagi peristiwa sejenis di masa lalu dan tarik benang merahnya.
Jadikan itu, sebagai alasan dan motivasi untuk terus berprasangka baik.
Percayalah semua akan bermuara.
Bandung, 30 Mei 2025
Seusai masak bolu jadul 2 telur.
Sabtu, 27 April 2024
Kembali ke Rantau
Kamis, 14 Maret 2024
Kerja Sama Part 2
Sebenarnya apa maksud dari kalimat "jika ingin berjalan jauh berjalanlah bersama-sama"?
Karena kenyataannya bekerja bersama butuh usaha untuk membangun komunikasi, saling pengertian, koordinasi, kerja sama, dll yang justru menghambat kecepatan dan efisiensi untuk sampai tujuan.
Jadi bolehkah mengerjakan sesuatu sendiri saja? Agar cepat sampai.
Atau sebenarnya adakah kategori kerja sama?
Goal seperti apa yg memang sebaiknya dikerjakan berkelompok? mana yg individu saja?
Agar tidak terbelenggu pada stigma individualis. Juga kalimat ini "Jika ingin berjalan cepat, berjalanlah sendirian"
14 Maret 2024
Sabtu, 06 Januari 2024
Pergantian Tahun
Ditulis di tengah acara tukar kado career class
2023
Tahun penuh kejutan (merantau, bekerja, dll)
banyak belajar tentang tanggung jawab,
belajar membuat keputusan dengan sadar, serta bersedia menerima segala konsekuensi dibaliknya.
menyadari bahwa tidak apa-apa untuk membuat keputusan yang tidak bisa melegakan semua orang, tetapi pastikan kamu bisa menjalaninya. Karena memang kamu yang akan menjalaninya.
2024
mau belajar untuk mengambil peran dan inisiatif,
Kemarin sudah dimulai dengan menjadi panitia makan-makan malam tahun baru di kosan :D
Semoga menular peran-peran lain yang bisa dilakukan di kantor, dll.
2024 mau coba join alumni awards **** juga :) let see apakah ini akan benar" nekat dicoba :D
Emm, belajar dari 2023,
mau menjalani 2024 dengan selalu berbaik sangka kepada-Nya dan bersyukur setiap hari,
lebih peka dan lembut hatinya.
semoga banyak hal baik yang datang di tahun 2024 ini..
Aamiin ya rabb..
Selasa, 05 September 2023
KERJA SAMA
Kerja tim, kerja kelompok, kerja bareng memang seperti itu
Bukan soal seberapa besar proyek yang akan dikerjakan
Tetapi tentang seberapa panjang koordinasi dilakukan
Seberapa sering diskusi dilakukan untuk menyamakan persepsi
Karenanya dalam kerja tim jangan baper
Solusi dari semua permasalahan adalah komunikasi
Juga instruksi yang jelas
Kerja tim memang tak mudah
Itu mengapa peribahasa mengatakan "jika ingin berjalan jauh, maka berjalanlah bersama-sama"
Sabtu, 27 Mei 2023
Refleksi Diri
Tulisan ini ditulis setelah 3 bulan diperantauan.
Tidak pernah terpikir akan menginjakkan kaki di kota ini.
Apalagi untuk bekerja, yang mana akan menghabiskan waktu
cukup lama.
Atau bisa jadi justru akan menetap selamanya disini.
Sampainya saya disini tidak lain karna kumpulan perjalanan
panjang sebelum-sebelumnya.
Tentang cita-cita, passion (?), masa depan (?)
Banyak pertimbangan, air mata dan kekhawatiran sebelum
akhirnya memutuskan berangkat.
Hakikatnya memang tidak ada suatu keputusan yang tanpa resiko.
Namun kembali lagi, yang paling mengerti dan mengenal diri
ya hanya kita sendiri.
Kita yang tahu mau dibawa kemana hidup kita kedepannya.
Kita yang tahu kemampuan diri, seberapa tangguh
maupun rapuh.
Di momen-momen itu, Allah SWT baik sekali.
Allah SWT memberi
kemantapan melalui banyak perantara.
Kalau dikenang kembali, hanya bisa berucap Alhamdulillah hirobbil 'alamin.
Terima kasih ya Allah…
Tulisan ini sengaja ditulis sebagai pengingat momen penting tersebut.
Sore hari,
27 Mei 2023.
Senin, 12 Juli 2021
"ANALISIS I"
PALING BERKESAN SELAMA KULIAH S2 MATEMATIKA
Jogja, 12 Juli 2021
Masih dalam kondisi pandemic Covid-19
Hari kesekian menjalani PPKM di Jogja
Ada yang harus dikerjakan, tapi lagi stuck
Jadi membuka kembali folder lama
Mengenang yang dulu-dulu
Dan sampailah ke cerita awal kuliah S2
Saat semester 1
Saat masih semangat-semanganya ! optimis-optimisnya ! Masih rame-ramenya :D
Mau cerita tentang mata kuliah yang paling berkesan selama S2
Yang tak akan dilupakan
Yang diusahakan sedemikian rupa hahahha
Jadiii, ada satu mata kuliah wajib prodi, namanya “Analisis
I” yang menjadi makul keramat bagi saya.
Kenapa? Karna materinya susah T.T
Kuliah yang isinya definisi, teorema, lemma, dan pembuktian. Saya pribadi kesulitan karna materinya abstrak sekali, bukan sesuatu yang bisa langsung di aplikasikan dan dibayangkan proses dan hasil akhirnya. emm tetapi harus memahami bunyi definisi, kemudian tau arah pembuktian, lebih ditekankan ke alur berpikir. Harus runtut, jelas, dan bisa dipertanggungjawabkan kenapa seperti itu
Materi yang susah ini sejalan dengan susahnya nilai wkwkw :(
Ini terbukti dengan banyaknya kakak tingkat yang mengulang untuk sekedar perbaikan nilai ataupun memang wajib mengulang untuk lulus. Saya sendiri mengambil mata kuliah ini sampai 3x. Hahaa
Saat semester I saya mengambil kelas ini dengan perasaan bahagia dan optimis bahwa saya akan berhasil. Saya berada di kelas yang di ampu oleh dosen favorit saya, Pak AZ, yang saya kagumi cara mengajar dan pemahaman materinya. Di kelas analisis ini, beliau pun mengajar dengan sangat detil, runtut, jelas, tulisannya rapih dan bagus. Menurut saya cara mengajarnya sangat pas untuk jurusan matematika ini. Beliau menjelaskan secara general, kemudian mengerucut menjadi sangat detil, contoh-contoh yang diberikan pun dari yang mudah, sedang kemudian sulit. Dan menjadi sangat sulit untuk soal kuis T.T
Saya ingat, setiap kelas analisis kami ber-25 orang biasanya datang lebih awal, memilih tempat yang strategis alias di depan, sambil membaca materi minggu lalu untuk persiapan kuis di akhir pertemuan. Saya biasanya duduk sederet dengan isna, gista, dan molly. Saat belajar, kelas biasanya hening, karna kami sekelas berusaha keras memahami apa yang diajarkan Bapak dan sibuk mencatat sebelum dihapus.
Saya kadang bisa membayangkan ekspresi kami saat belajar di kelas :D, pastilah lucu. Raut bingung, garuk-garuk kepala yang tidak gatal, memainkan bulpoin, Pernah suatu hari Bapak berkata “Kok saya lihat pandangan kalian kosong ya”. Lalu kami sekelas hanya tersenyum dan saling pandang. Beliau pun selalu membuka sesi diskusi kalau ada yang belum paham boleh bertanya. Cuma ga pernah saya gunakan kesempatan itu WKWKW Karna kalau di kelas itu rasanya jelas banget, alias paham, nah klo ketemu tugas dan kuis barulah mulai suram :p
Ada kata mutiara yang masih saya ingat, “Dulu anda masih SD belajar matematika ya tentang penjumlahan, pengurangan, dll. Begitu naik ke
SMP dan SMA tentu materinya menjadi lebih sulit. Begitupun saat S1. Sekarang
anda di tingkat S2, tentu belajarnya ikut naik tingkat juga”. Kalimat yang masih
suka saya renungi sampai sekarang, yang relate juga dengan kehidupan..
Yap, dalam hidup, setiap naik kelas, tentu ujiannya juga naik level kan? Dan setelah satu ujian selesai, kita akan menghadapi ujian lainnya.
Setelah satu semester, menjalani perkuliahan di hari jumat, pukul 13.30 - 16.00 sore + kuis di 10 menit terakhir, saya dan teman-teman
biasanya merenungi hasil pekerjaan kami di Mushola selepas sholat ashar,
kemudian munculah kata-kata “oh iyaa aku harusnya tadi…..”, “tadi tu……..”, dan
sebagainya T.T
Bulan Desember 2019, saat UAS Analisis, rasanya seperti mau perang (?), mahasiswa di setiap sudut membaca buku catatan, atau bergerombol untuk bahas contoh soal yang kemarin, atau sekedar menguatkan hafalan definisi dan teorema yang ada di buku..
Kemudian hening, kami sibuk dengan pikiran kami masing-masing ………..
Setelah 2 jam berlalu, ruang kuliah kembali ramai. Menertawakan apa yang dikerjakan tadi, menyesali diri yang tidak maksimal, merutuki nasib yang lupa pembuktian teorema yang ada di catatan, dan ada juga yang mengajak untuk melupakan dan mari kita pulang :D Euforia ujian yang paling berkesan sampai saat ini ya uiian analisis. Nilai analisis pun menjadi nilai yang terakhir muncul di KHS. Bisa ditebak hasilnya seperti apa, yah sesuai kemampuan masing-masing. Saya sendiri gagal lulus makul ini T.T
Singkat cerita,
saya mengulang makul ini di semester 3. Saat itu sudah mulai penerapan kuliah online. Yupss kuliah analisis + online T.T saya hanya berharap keajaiban untuk makul ini. Beda dosen, beda cara mengajar. Kelas saya cenderung lebih santai dibandingkan kelas lain. Jadi saya pun terbawa santai. Plus sudah punya catatan tahun lalu, jadi kadang ga memperhatikan (maafkan Bapak T.T)
Ujian analisis tetap menakutkan :D. Bapak/Ibu dosen punya 1000 macam variasi soal. Walaupun punya catatan turun temurun, jawaban-jawaban soal ujian tahun sebelumnya, udah open book juga, tapii soal ujian analisis tetap harus bisa nalar T.T ga text book yang langsung bisa di salin dari buku, dan ga ada yang sama dengan sebelum-sebelumnya T.T
Sepanjang semester 3, makul analisis ini selalu saya doakan,
Dan Alhamdulillah saya berhasil lulus, yey
Bagi saya sudah cukup 2 semester mengutak atik analisis, jadi mari move on mengerjakan yang lain. Tapi, tiba-tiba berubah pikiran. Di hari-hari akhir pengisian KRS, dibuka kelas tambahan analisis, dan di ampu oleh dosen AZ. Dosen favorit saya. Setelah direnungi, mungkin bisa dicoba sekali lagi. Di kesempatan terakhir ini, di ajar lagi oleh dosen favorit, setidaknya dapat ilmunya. Nilai, biar menjadi bonus saja.
Masih kuliah online di semester 4, dan analisis masih sama. Masih membahas ruang metric, barisan kovergen, kontinu, ruang metric lengkap, kompak dst. Masih sama seperti 2 tahun lalu, dan pemahaman saya pun masih sama seperti dulu + 10%. Hahaha masih cemas menunggu giliran untuk di tanya, masih blank saat menjawab di kelas, masih panic saat ujian tiba, dan masih pasrah dengan apa yang sudah dikerjakan tadi.
1 Juli 2021 kemarin sudah selesai ujian analisis untuk ke-3 kalinya. Tinggal menunggu hasil di KHS, semoga bisa lebih baik :)
Analisis I ini sangat berkesan bagi saya.
Saya tahu ini sulit dan ada beban berat, tapi entah kenapa, saya enjoy sekali selama kuliah makul ini, Bisa jadi karna saya suka cara mengajar dosennya, karna ada teman-teman saya, dan tidak ada tekanan antar mahasiswa sendiri. Karna kita berada di perahu yang sama, jadi kita saling mendukung dan belajar bersama. Belajar analisis ini seperti membentuk pola pikir saya, harus runtut, detil, jelas, dan sesuai fakta (yang diketahui). Belajar matematika ya belajar analisis. Kata teman-teman yang berhasil, belajar analisis tuh harus paham definisi dan teorema, kemudian banyak berlatih mengerjakan soal supaya terbiasa dengan variasi soal.
Sekian cerita hari ini :)
Kamis, 16 Juli 2020
Pengalaman Mengikuti Tes dan Defisiensi Prodi Magister Matematika UGM
Kali ini saya akan sharing tentang pengalaman saya mengikuti tes dan defisiensi di prodi Magister Matematika UGM tahun 2019…
Tapi sebelum itu, info seputar persyaratan dan prosedur pendaftaran S2 Matematika UGM secara lengkap dapat diakses di https://um.ugm.ac.id dan https://s2math.fmipa.ugm.ac.id .
Jadi salah satu persyaratan masuk prodi Magister Matematika adalah lulus tes substansi. Rajin-rajin cek web s2math.fmipa.ugm.ac.id yaa...
Untuk tes substansi, ada 4 bidang studi yang akan diujikan yaitu analisis, aljabar, statistika matematika, dan kalkulus. Soal ujian berbentuk essay dan jumlah soal bervariasi, ada yang 4 atau 5 soal. Semua ujian dilaksanakan dalam waktu satu hari, dari pagi sampai sore. Tapi tenang, ada jeda istirahat dan juga peserta diberikan snack + makan siang oleh panitia seleksi. Saat itu, saya berprinsip untuk menjawab semua soal ujian, tidak ada yang dikosongkan, sebisa saya, benar atau salah urusan nanti. Saya sendiri cukup kesulitan mengerjakan soal-soal tersebut, walaupun saya merasa ini sudah pernah dipelajari dulu pas S1😢...Soal ujian juga lebih banyak tentang pembuktian teorema, khususnya aljabar dan analisis.
Bagaimana persiapan tes?
Di https://s2math.fmipa.ugm.ac.id sudah disediakan kisi-kisi soal tes, jadi bisa teman-teman jadikan gambaran dan acuan saat belajar. Atau bisa juga kontak teman, kating, atau kenalan yang sudah menjalani perkuliahan S2, barangkali mereka punya buku atau catatan terkait materi-materi tes.
Tes substansi ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan awal peserta. Karena, pada saat pengumuman, ada 2 jenis kelulusan. Yaitu lulus (*murni) dan lulus dengan defisiensi.
> Lulus (*murni) artinya peserta bisa langsung memulai
perkuliahan S2.
> Sedangkan lulus dengan defisiensi artinya peserta wajib mengikuti defisiensi terlebih dahulu sebelum mengikuti perkuliahan S2. Ini nantinya harus lulus yaaa…
Saya sendiri masuk kategori lulus dengan defisiensi...
Bagaimana perasaannya?
Jujur saya sedih dan agak khawatir, karena
takut menghambat kelulusan saya menjadi mahasiswa S2 prodi matematika😢. Tapi
jika mengingat jawaban yang saya tulis, yaaa saya memang butuh belajar lagi...
Lalu defisiensi ngapain aj?
Jaman saya, defisiensi dilaksanakan selama 1 bulan sebelum perkuliahan S2 dimulai, yaitu pertengahan juli – agustus. Di kelas defisiensi ini kita diajarkan kembali materi analisis, aljabar, statistika matematika, dan kalkulus jenjang S1 dulu. Seperti merefresh kembali materi dan juga menyamakan pemahaman, agar saat mulai kuliah S2 kita punya basic ilmu yang sama. Karena peserta S2 berasal dari latar belakang yang berbeda (matematika, pendidikan matematika, statistic), kampus S1 yang berbeda dan juga angkatan s1 yang bervariasi. Nah adanya defisiensi ini, bagi saya pribadi, sangat membantu karena kita benar-benar diajarkan dan diajak untuk memahami materi-materi basic S1. Walaupun belajarnya agak cepat dan ngebut. Nah, saat defisiensi ini mata kuliah favorit saya kalkulus yang diajarkan oleh seorang dosen yang luar biasa. Penjelasan belaiu runtut, jelas, dan materi yang disampaikan “berisi” banget, jadi sayang kalau sampai ga masuk. Fyi, defisensi ini ada daftar hadirnya..
Jadwal defisiensi sendiri cukup padat, sehari bisa 3 – 4 mata kuliah. Bisa dari pagi sampai sore, hahaha. Dan ada juga dosen yang memberi tugas biar kita selalu belajar di rumah 💪 O iya, kelas defisiensi jaman saya dibagi menjadi 2 kelas, yaitu kelas A dan B.
Nah, setelah 1 bulan menjalani defisiensi, dilaksanakanlah ujian defisiensi untuk 4 bidang studi tersebut. Ujiannya ada 2 jenis, yaitu ujian on the spot dan take home. Materi ujian ga jauh-jauh dari apa yang sudah diajarkan di kelas. Hihi jadi jangan lupa belajar dan berdoa 👌 Selanjutnya hasil ujian akan diumumkan oleh admin prodi…
Kesannya?
Selama mengikuti defisiensi, diawal tadi saya katakan saya sedih dan khawatir. Tapi setelah dijalani, ada poin plus nya juga. Selain bisa merefresh materi, saya bisa mengenal teman-teman angkatan lebih dulu. Maklum karena kami mulai H-1 bulan perkuliahan S2. Hihi
Jadi, buat teman-teman yang lulus tapi harus defisiensi, jangan sedih dan patah semangat. InsyaAllah bisa dilalui dan lulus ujian defisiensi. Jadikan ini pelecut semangat untuk memulai perkuliahan nanti...
Okey, sekian dulu sharing tentang pengalaman tes dan defisiensi di prodi Magister Matematika UGM…
Cerita ini berdasarkan pengalaman saya tahun 2019, jadi jika ada perubahan kebijakan tes atau defisiensi diluar tanggung jawab saya.