Kali ini saya akan sharing tentang pengalaman saya mengikuti tes dan defisiensi di prodi Magister Matematika UGM tahun 2019…
Tapi sebelum itu, info seputar persyaratan dan prosedur pendaftaran S2 Matematika UGM secara lengkap dapat diakses di https://um.ugm.ac.id dan https://s2math.fmipa.ugm.ac.id .
Jadi salah satu persyaratan masuk prodi Magister Matematika adalah lulus tes substansi. Rajin-rajin cek web s2math.fmipa.ugm.ac.id yaa...
Untuk tes substansi, ada 4 bidang studi yang akan diujikan yaitu analisis, aljabar, statistika matematika, dan kalkulus. Soal ujian berbentuk essay dan jumlah soal bervariasi, ada yang 4 atau 5 soal. Semua ujian dilaksanakan dalam waktu satu hari, dari pagi sampai sore. Tapi tenang, ada jeda istirahat dan juga peserta diberikan snack + makan siang oleh panitia seleksi. Saat itu, saya berprinsip untuk menjawab semua soal ujian, tidak ada yang dikosongkan, sebisa saya, benar atau salah urusan nanti. Saya sendiri cukup kesulitan mengerjakan soal-soal tersebut, walaupun saya merasa ini sudah pernah dipelajari dulu pas S1😢...Soal ujian juga lebih banyak tentang pembuktian teorema, khususnya aljabar dan analisis.
Bagaimana persiapan tes?
Di https://s2math.fmipa.ugm.ac.id sudah disediakan kisi-kisi soal tes, jadi bisa teman-teman jadikan gambaran dan acuan saat belajar. Atau bisa juga kontak teman, kating, atau kenalan yang sudah menjalani perkuliahan S2, barangkali mereka punya buku atau catatan terkait materi-materi tes.
Tes substansi ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan awal peserta. Karena, pada saat pengumuman, ada 2 jenis kelulusan. Yaitu lulus (*murni) dan lulus dengan defisiensi.
> Lulus (*murni) artinya peserta bisa langsung memulai
perkuliahan S2.
> Sedangkan lulus dengan defisiensi artinya peserta wajib mengikuti defisiensi terlebih dahulu sebelum mengikuti perkuliahan S2. Ini nantinya harus lulus yaaa…
Saya sendiri masuk kategori lulus dengan defisiensi...
Bagaimana perasaannya?
Jujur saya sedih dan agak khawatir, karena
takut menghambat kelulusan saya menjadi mahasiswa S2 prodi matematika😢. Tapi
jika mengingat jawaban yang saya tulis, yaaa saya memang butuh belajar lagi...
Lalu defisiensi ngapain aj?
Jaman saya, defisiensi dilaksanakan selama 1 bulan sebelum perkuliahan S2 dimulai, yaitu pertengahan juli – agustus. Di kelas defisiensi ini kita diajarkan kembali materi analisis, aljabar, statistika matematika, dan kalkulus jenjang S1 dulu. Seperti merefresh kembali materi dan juga menyamakan pemahaman, agar saat mulai kuliah S2 kita punya basic ilmu yang sama. Karena peserta S2 berasal dari latar belakang yang berbeda (matematika, pendidikan matematika, statistic), kampus S1 yang berbeda dan juga angkatan s1 yang bervariasi. Nah adanya defisiensi ini, bagi saya pribadi, sangat membantu karena kita benar-benar diajarkan dan diajak untuk memahami materi-materi basic S1. Walaupun belajarnya agak cepat dan ngebut. Nah, saat defisiensi ini mata kuliah favorit saya kalkulus yang diajarkan oleh seorang dosen yang luar biasa. Penjelasan belaiu runtut, jelas, dan materi yang disampaikan “berisi” banget, jadi sayang kalau sampai ga masuk. Fyi, defisensi ini ada daftar hadirnya..
Jadwal defisiensi sendiri cukup padat, sehari bisa 3 – 4 mata kuliah. Bisa dari pagi sampai sore, hahaha. Dan ada juga dosen yang memberi tugas biar kita selalu belajar di rumah 💪 O iya, kelas defisiensi jaman saya dibagi menjadi 2 kelas, yaitu kelas A dan B.
Nah, setelah 1 bulan menjalani defisiensi, dilaksanakanlah ujian defisiensi untuk 4 bidang studi tersebut. Ujiannya ada 2 jenis, yaitu ujian on the spot dan take home. Materi ujian ga jauh-jauh dari apa yang sudah diajarkan di kelas. Hihi jadi jangan lupa belajar dan berdoa 👌 Selanjutnya hasil ujian akan diumumkan oleh admin prodi…
Kesannya?
Selama mengikuti defisiensi, diawal tadi saya katakan saya sedih dan khawatir. Tapi setelah dijalani, ada poin plus nya juga. Selain bisa merefresh materi, saya bisa mengenal teman-teman angkatan lebih dulu. Maklum karena kami mulai H-1 bulan perkuliahan S2. Hihi
Jadi, buat teman-teman yang lulus tapi harus defisiensi, jangan sedih dan patah semangat. InsyaAllah bisa dilalui dan lulus ujian defisiensi. Jadikan ini pelecut semangat untuk memulai perkuliahan nanti...
Okey, sekian dulu sharing tentang pengalaman tes dan defisiensi di prodi Magister Matematika UGM…
Cerita ini berdasarkan pengalaman saya tahun 2019, jadi jika ada perubahan kebijakan tes atau defisiensi diluar tanggung jawab saya.