Rabu, 10 Mei 2017

Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indicator dari variable.
Suatu kuesioner dikatakan reliable atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu (Ghozali, 2001)

Sederhananya, uji reliabilitas digunakan untuk menguji kehandalan / kekonsistenan jawaban suatu kuesioner.

Pada uji ini, yang kita ukur adalah suatu variable. Berbeda dengan uji validitas yang mengukur setiap item variable.
Misal, variable motivasi terdiri dari 4 pernyataan. Nah, uji reliabilitas mengukur variable motivasi secara keseluruhan. Bukan per-item pernyataan.

Kriteria uji reliabilitas yaitu :
Suatu variable dikatakan reliable jika nilai cronbach alpha > 0,60.

Adapun langkah analisis menggunakan SPSS adalah sebagai berikut :
1. Dari menu analyze, kemudian pilih submenu scale, pilih Reliability Analysis
2. Tampak di layar tampilan windows Reliability Analysis


3. Masukan indicator motivasi 1 sampai 4 ke dalam kotak Items, kemudian pilih model alpha

4. Pilih OK

Tampilan output SPSS sebagai berikut :

Berdasarkan output spss tersebut, diperoleh nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,850, atau nilai Cronbach's Alpha > 0,60. 
Maka dapat disimpulkan, variabel motivasi belajar siswa sudah reliabel (handal).


Uji Validitas

Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut 

Misalkan, saya ingin mengukur motivasi belajar siswa, maka pertanyaan tersebut harus secara tepat mengungkapkan tingkat motivasi belajar siswa.

Salah satu cara yang digunakan untuk uji validitas yaitu dengan melakukan korelasi bivariate antara masing-masing skor indicator dengan total skor konstruk.

Kriteria uji validitas yaitu :
Item dikatakan valid jika nilai r hitung > r tabel, atau Nilai signifikansi (sig) < α (0,05)

Adapun langkah analisis menggunakan spss sebagai berikut :

1. Dari menu analyze, kemudian pilih submenu correlate, lalu pilih bivariate
2. Tampak di layar tampilan windows Bivariate Correlation


3. Isikan dalam kotak variables ke-empat indicator variabel motivasi (motivasi1, motivasi2,                     motivasi3, motivasi4) dan skor total variabel motivasi.
4. Pilih correlation coeeficients pearson
5. Pilih OK

Tampilan output SPSS sebagai berikut :

Tampilan output SPSS tersebut bisa diedit menjadi lebih sederhana seperti berikut :
Jadi lebih sederhana, tanpa mengurangi makna, karena yang perlu kita perhatikan hanya nilai pearson correlation dan signifikan***

Berdasarkan output spss tersebut, diketahui bahwa :

1. Nilai signifikansi untuk keempat item variabel motivasi kurang dari α, yaitu sig < 0,05.
2. Nilai r hitung (pearson correlation) > r tabel (0,422 untuk N=20)

Karena, hasil uji validitas memenuhi kriteria uji, maka dapat disimpulkan keempat item variabel motivasi valid. Artinya pernyataan-pernyataan saya sudah mampu mengukur tingkat motivasi belajar siswa.

Semoga bermanfaat :) 

Bagaimana Cara Menginput Data Kuesioner?

Langkah pertama yang harus dilakukan oleh seorang peneliti yang menggunakan data kuesioner/angket adalah “INPUT DATA” ke Ms. excel.
Sebenarnya ini simpel, tapi masih ada yang bingung “Bagaimana Cara Mengentri Data” ke Ms. excel tersebut.
Untuk itu, saya lampirkan contoh format kuesioner dan format input data ke Ms. excel.
Semoga Bermanfaat J

1. Gambar 1 adalah contoh halaman awal suatu kuesioner. Biasanya berisi identitas responden dan petunjuk mengisi kuesioner. Yang perlu diperhatikan oleh seorang peneliti adalah identitas responden (linkar merah) dan skala penilaian (lingkar biru).

  2.  Gambar 2 merupakan contoh pernyataan suatu kuesioner. 
      Di contoh ini, kuesioner hanya berisi 6 pertanyaan yaa. Umumnya banyaknya pertanyaan               ataupun pernyataan suatu kuesioner itu tergantung pada indikator/variabel yang mau diukur.

3.   Berikut saya sertakan contoh kuesioner yang sudah di isi oleh responden.
    Responden 1.

          4.  Selanjutnya bagaimana menginput data jawaban kuesioner tersebut ke excel?

Pertama “BERI NOMOR URUT UNTUK SETIAP KUESIONER”.
Contohnya,     kuesioner dari responden 1, diberi nomor 1,
                        kuesioner dari responden 2, diberi nomor 2,
                        kuesioner dari responden 3, diberi nomor 3, dan seterusnya sesuai jumlah responden. Misal responden kita 30, maka pastikan semua kuesioner diberi nomor sampai 30.
Tujuannya agar kita terhindar dari kesalahan input data. Jangan sampai ada kuesioner yang belum kita input atau dobel input. Juga untuk memudahkan pengecekan.

Kedua, membuat format di excel.
Berikut adalah contoh format yang bisa dibuat, terdiri dari identitas responden, nomor pertanyaan/pernyataan dan nomor responden.


a)      Kolom A (No) menunjukkan nomor responden, Kolom B C D menunjukkan identitas responden   (Fakultas, Tahun, Nama, Jenis Kelamin), Kolom F-K (1-6) menunjukkan nomor pernyataan/pertanyaan kuesioner. Kemudian isikan jawaban responden ke kolom-kolom tersebut.


b)      Cara bacanya, No 1, merupakan responden pertama, Fakultas Mipa, angkatan tahun 2016, Nama A, Jenis Kelamin P, Jawaban pernyataan 1 = 4, pernyataan 2 = 4, pernyataan 3 = 3, pernyataan 4 = 2, pernyataan 5 = 2, pernyataan 6 = 2


Mudah bukan?
Kira-kira seperti itu penjelasan tentang bagaimana mengentri/menginput data kuesioner ke excel. Ingat selalu “TELITI”, jangan sampai ada data yang salah input.
Semoga Bermanfaat J
 

Fitri Amanah Template by Ipietoon Cute Blog Design