Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid
tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada
kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner
tersebut
Misalkan, saya ingin mengukur motivasi belajar siswa, maka
pertanyaan tersebut harus secara tepat mengungkapkan tingkat motivasi belajar siswa.
Salah satu cara yang digunakan untuk uji validitas yaitu
dengan melakukan korelasi bivariate antara masing-masing skor indicator dengan
total skor konstruk.
Kriteria uji validitas yaitu :
Item dikatakan valid jika nilai r hitung > r tabel, atau Nilai
signifikansi (sig) < α (0,05)
Adapun langkah analisis menggunakan spss sebagai berikut :
1. Dari menu analyze, kemudian pilih submenu correlate, lalu
pilih bivariate
2. Tampak di layar tampilan windows Bivariate Correlation
3. Isikan dalam kotak variables ke-empat indicator variabel motivasi (motivasi1, motivasi2, motivasi3, motivasi4) dan skor total variabel motivasi.
4. Pilih correlation coeeficients pearson
5. Pilih OK
Tampilan output SPSS sebagai berikut :
Tampilan output SPSS sebagai berikut :
Tampilan output SPSS tersebut bisa diedit menjadi lebih sederhana seperti berikut :
Jadi lebih sederhana, tanpa mengurangi makna, karena yang perlu kita perhatikan hanya nilai pearson correlation dan signifikan***
Berdasarkan output spss tersebut, diketahui bahwa :
1. Nilai signifikansi untuk keempat item variabel motivasi kurang dari α, yaitu sig < 0,05.
2. Nilai r hitung (pearson correlation) > r tabel (0,422 untuk N=20)
Karena, hasil uji validitas memenuhi kriteria uji, maka dapat disimpulkan keempat item variabel motivasi valid. Artinya pernyataan-pernyataan saya sudah mampu mengukur tingkat motivasi belajar siswa.
Semoga bermanfaat :)



0 komentar:
Posting Komentar